Penayangan bulan lalu

Selasa, 06 Desember 2011

Resume Administrasi Pendidikan


Resume administrasi pendidikan
Administrasi pendidikan, merupakan perpaduan dua kata yang memiliki satu pengertian. Ia mengandung makna sebagai penerapan ilmu administrasi yang mencakup kegiatan pembinaan, pengembangan dan pengendalian usaha-usaha pendidikan yang diadakan dalam suatu pola kerjasama sejumlah orang. Dengan kata lain, administrasi pendidikan adalah kegiatan administrasi yang ruang lingkup atau lapangan geraknya di sekitar masalah-masalah pendidikan.
Administrasi pendidikan merupakan suatu system kegiatan bersama pada bidang pendidikan yang dalam proses pelaksanaannya melalui prosedur/lanngkah-langkah tertentu dan menggunakan fasilitas yang tersedia sehingga tujuan pendidikan (kegiatan bersama) itu dapat tercapai berhasil guna dan berdaya guna.
Seiring dengan pengertian tersebut, penting untuk diperhatikan bahwa, terdapat perbedaan kegiatan administrasi sebagai usaha pengendalian kegiatan-kegiatan pencapaian tujuan pendidikan di satu segi, dengan kegiatan operasional di bidang kependidikan untuk mencapai tujuan tersebut di segi yang lain. Kegiatan operasional kependidikan dimaksudkan, kegiatan-kegiatan tekhnis edukatif; belajar mengajar (pengajaran), bimbingan konseling, dan sebagainya. Agar tugas-tuigas ini berjalan efektif-efisien diperlukan sejumlah tenaga professional dalam bidang kependidikan. Adapun kegiatan administrasi pendidikan menyangkut bkemampuan mengendalikan operasional tersebut supaya semua pihak yang terlibat secara serempak bergerak dan mengarah pada pencapaian tujuan pendidikan.

Pada dasaranya tujuan pokok administrasinpendidikan adalaha keinginan untuk memanifestasikan efektifitas dan efisiensi (serta produktivitas) yang optimal dalam penyelenggaraan tugas-tugas operasional kependidikan yang bersifat tekhnis edukatif dalam rangka mencapai tujuan pendidikan di lingkungan pendidikan formal (sekolah).
Adapun manfaat bagi seseorang tenaga kependidikan yang mempelajari administrasi pendidikan ialah:
-          Dapat mengetahui dan menyadari akan tugas-tugas dan kewenangan yang mesti dipikulnya serta mengetahui bagaimana cara-cara melaksanakan tugas-tugas dan kewenangannya masing-masing.
-          Dapat menghindari kesalahan-kesalahan kerja atau overlapping kerja/tugas.
-          Mengetahui bagaimana melaksanakan sesuatu kegiatan kependidikan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan supaya tercapai efektif dan efisien seta secara tepat.
-          Mengetahui batas-batas hak dan kewajiban masing-masing (tenaga kependidikan).
Adapun skopa administrasi pendidikan meliputi segala hal yang dapat memperlancar dan membantu penyelenggaraan kegiatan-kegiatan pendidikan di lingkungan sekolah (lembaga pendidikan formal) sehingga tujuan pendidikan dapat ditempuh melalui bentuk-bentuk kegiatan secara tertib dan teratur yang pada akhirnya sampai pada pencapaian tujuan pendidikan itu sendiri.
Bidang-bidang yang tercakup di dalam administrasi pendidikan secara umum dapat dikelompokkan sebagai berikut:
-          Bbidang administrasi materiel, yaitu kegiatan administrasi yang menyangkut bidang-bidang materi, seperti : ketatausahaan sekolah, administrasi keuangan, alat perlengkapan dan lain-lain.
-          Bidang administrasi personal, yang mencakup di dalamnya administrasi personal guru dan pegawai sekolah dan sebagainya.
-          Bidang administrasi kurikulum, yang mencakup didalamnya pelaksanaan kurikulum, pembinaan kurikulum, penyusunan silabus, persiapan harian dan sebagainya.
Prosedur atau langkah-langkah poko yang harus ditempuh secara urut dalam kegiatan administrasi pendidikan ialah:
-          Menyusun rancangan
-          Mengadakan pengorganisasian
-          Memberikan arahan dan bimbingan
-          Mengadaka koordinasi
-          Menciptakan hubungan atau menjalin komunikasi
-          Mengadakan pengawasan atau mengontrol
-          Mengadakan evaluasi.
Mengadakan pengorganisasian berarti menetukan dan mem,bentuk organisasi. Pengertian organisasi adalah suatu system kerjasama dari sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama. Istilah system mengandung makna sebagai keseluruhan/totalitas yang terdiri banyak komponen atau unsure yang terlibat, masing-masing komponen atau unsure berjalan dalam suatu proses secara komplementer dan interdependis bergerak ke araha tercapainya tujuan yang telah ditentukan.
Komponen-komponen dala system organisasi antar lain:
-          Komponen tujuan (sebagai komponen utama)
-          Komponen manusia (pimpinan, staf dan anggota)
-          Komponen materi kerja kegiatan (program kerja)
-          Komponen fasilitas dan alat
-          Komponen cara kerja/tata kerja
-          Komponen lain-lain, baik yang bersifat fisik maupun non fisik
Untuk membentuk suatu organisasi, perlu diperhatikan beberapa prinsip sebagai berikut:
-          Organisasi yang dibentuk seharusnya fungsional
-          Dalam hal pengklarifikasian satuan (unit) kerja seharusnya mencerminkan suatu distribusi kerja
-          Organisasi yang dibentik seharusnya mengatur secara jelas tentang penyerahan wewenang dan tanggungjawab
-          Organisasi yang dibentuk hendaknya mencerminkan rentangan kendali yaitu jumlah terbanyak unit kerja atau personal bawahan yang dapat dipimpin secara efektif oleh seorang pejabat atasan tertentu
-          Organisasi yang duibentuk hendaknya mengandung satuan komando/perintah
-          Organisasi yang dibentik hendaknya bersifat fleksibel (membuka kemungkinan terhadap adanya perubahan bila diperlukan) dan seimbang
-          Organisasi yang dibentuk hendaknya mendasarkan pada kesatuan yang bertumpu pada tujuan.
Organisasi sekolah, pada dasarnya terdiri dari hubungan-hubungan pribadi antar personal sekolah. Sebagian dari hubungan itu mempunyai dimensi-dimensi yang bersifat imperative atau formal dan diminta oleh syarat-syarat pekerjaan. Sebagian adalah informal dan spontan. Sebagian lagi memiliki unsure-unsur formal dan informal. Semuanya perlu bagi organisasi yang baik, dan jika hubungan-hubungan itu tampak tak seimbang, suatu tindakan harus segera dilakukan guna memperbaiki atau mengembangkannya.
Adapun bentuk organisasi pendidikan dibedakan menjadi dua macam, yaitu bentuk sentralisasi dan bentuk desentralisasi.
Baik system sentralisasi maupun desentralisasi, jika dijalankan secara ekstrim, keduanya adakebaikan dan keburukannya. Yang baik adalah system campuran, artinya susunan dan penyelenggaraannya disesuaikan dengan kondisi-kondisi dan kebutuhan tiap-tiap daerah secara keseluruhan.

Arahan dan bimbingan merupakan bentuk bantuan psikologis yang sangat diperlukan oleh setiap bawahan/staf dan anggota organisasi dalam rangka manifestasi keterlibatan mereka pada setiap bentuk kegiatan yang diperlukan. Arahan dan bimbingan hendaknya diberikan secara teratur, bijaksana, baik secara langsung maupun tidak langgsung.

Mengadakan koordinasi berarti mengatur dan membawa individu, metode, bahan, buah pikiran, saran cita-cita serta alat-alat kea rah hubungan kerja yang harmonis, komplementer daan interdependis sehungga segala macam kegiatan maupun pekerjaan-pekerjaan dapat berjalan secara lebih efektif dan efisien, berkonsentrasi pada tujuan bersama, demi kepentinagan bersama. Koordinasi yang dilaksanakan secara teratur dan dijalnkan secara efektif akan menimbulkan kerja sama yang teratur dan efektif pula sehingga memudahkan pencapaian tujuan.

Untuk menciptakan komunikasi yang harmonis seraasi, komunikasi formal seyogianya diimbangi dengan komunikasi informal. Meskipun begitu, hendaknya diusahakan agar komunikasi informal jangan terlalu banyak terjadi sehingga suatu organisasi dapat tertib dan teratur serta tidak menggantikan atau mengubah komunikasi formal yang sudah ditentukan sesuai dengan mekanisme organisasi maupun saluran organisasi ituu sendiri.

Tindakan pengawasan atau  control terhadap kegiatan yang dilakukan oleh staf dan anggota/individu-individu organisasi itu perlu dilaksanakan oleh pimpinan organisasi. Tindakan pengawasa atau control ini dilaksanakan dalam rangka mengetahui/mengecek apakah sesuatu program kegiatan telah berjalan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah digariskan.

Evaluasi/penilaian bukan saja ditujukan pada pelaksanaan kegiatan-kegiatan organisasi melainkan meliputi seluruh komponen organisasi dan semua prosedur yang telah ditempuh oleh organisasi. Hasil dari evaluasi pada akhirnya adalah untuk memperbaiki, meningkatkan dan mengembangkan apa-apa yang telah dievaluasi.

Administrasi kesekretariatan dan keuangan merupakan bagian dari administrasi pendidikan yang keduanya menduduki tempat penting sekali. Administrasi kesekretariatan meliputi banyak hal, antara lain adalah mengenai administrasi tata persuratan dan keuangan.
Dalam konteks tata persuratan setidaknyaada hal yang perlu diperhatikan:
-          Pengetikan surat
-          Macam-macam surat
-          Mengonsep surat atau cara membuat surat
-          Cara mengetik surat
-          Pengiriman surat
-          Jalur surat
Adapun tentang administrasi keuangan yang penting diperhatikan adalah mengenai:
-          Kekuasaan keuangan
-          Pengurusan keuangan
-          Cara menulis dalam buku kas
-          Isi buku kas
-          Penutupan buku kas
Kepemimpinan (leadership) adalah proses kegiatan seseorang yang memiliki seni/kemampuan untuk mempengaruhi, mengkoordinasikan dan menggerakkan individu-individu supaya timbul kerjasama secara teratur dalam upaya mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan/dirumuskan. Sedangkan kepemimpinan pendidikan, yaitu proses kegiatan mempengaruhi, menggerakkan dan mengkoordinasikan individu-individu organisasi/lembaga pendidikan tertentu untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan.
Fungsi kepemimpinan pendidikan ada 4 yaitu:
-          Mengembangkan dan menyalurkan kebebasan berpikir dan mengeluarkan pendapat, baik secara perseorangan maupun kelompok sebagai usaha mengumpulkan data/bahan dari anggota kelompok/organisasi/lembaga dalam menetapkan keputusan (decision making) yang mampu memenuhi aspirasi di dalam kelompok/organisasi/lembaganya.
-          Mengembangkan suasana kerjasama yang efektif dengan memberikan penghargaan dan pengakuan terhadap kemampuan orang-orang yang dipimpinsehingga timbul kepercayaan pada dirinya sendiri dan kesedian menghargai orang lain sesuai dengan kemampuan masing-masing.
-          Mengusahakan dan mendorong terjadinya pertemuan pendapat/buah pikiran dengan sikap menghargai sehingga timbul perasaan ikut terlibat di dalam kegiatan kelompok/organisasi/lembaga dan tumbuh perasaan bertanggung jawab atas terwujudnya pekerjaan masing-masingsebagai bagian dari usaha pencapaian tujuan.
-          Membantu menyelesaikan maslah-masalah, baik yang dihadapi secara perseorangan maupun kelompok dengan memberikan petunjuk-petunjuk dalam mengatasinya sehingga berkembang kesediaan untuk memecahkannya dengan kemampuan sendiri.
Pada umumnya guru diangkat berdasarkan syarat-syarat seperti umur, ijazah, kesehatan, kelakuan baik, tidak cacat dan sebagainya. Kedudukannya ialah sebagai pembantu kepala sekolah. Tugasnya dalam administrasi pendidikan ialah sebagai pembantu, yakni ikut melaksanakan administrasi pendidikan agar tercapai tujuan pendidikan yang sebenarnya.
Adapun kegiatan partisipasi guru dalam administrasi sekolah antara lian: sumbangan-sumbangan guru terhadap perbaikan kesejahteraan guru dan murid, penyempurnaan kurikulum, pilihan buku-buku dan alat-alat pelajaran dan sebagainya.
Yang dimaksud dengan partisipasi guru dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran atau dalam administrasi pendidikan adalah ikut sertanya guru dalam keaktifan menyiapkan situasi lingkungan pendidikan guru dinamakan partisipan administrasi pendidikan.
Pola-pola tingkah laku yang demokratis yang seharusnya dimiliki oleh seorang guru antara lain:
1.      Bersikap toleransi terhadap sesamanya
2.      Menghormati kepribadian orang lain
3.      Bekerjasama dengan orang lain
4.      Menyesuaikan diri dengan kondisi-kondisi yang selalu berubah dan berkembang kearah perbaikan dan kemajuan
5.      Memerintah diri sendiri untuk kebaikan bersama
6.      Menghargai musyawarah untuk memperoleh kata sepakat
7.      Memperhatikan hak kebebasan orang lain.
Jabatan guru sebagai suatu profesi menuntut keahlian dan keterampilan dan keahlian khusus dibidang pengajaran dan pendidikan. Jabatan guru bukan sebagai okupasi atau pekerjaan yang sekedar mencari nafkah, dengan modal pengetahuan dan keterampilan yang pas-pasan. Jabatan guru juga bukan sekedar hobiatau kegemaran. Ia bukan pula sebagai jabatan vokasional atau kejuruan belaka. Guru adalah suatu jabatan professional.
Guru yang professional tentu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang langsung menyentuh masalah inti pendidikan, yaitu pengetahuan dan ketrampilan mengenai cara-cara menimbulkan dan mengarahkan proses pertumbuhan yang terjadi dalam diri anak didik yang sedang mengalami proses pendidikan.
Seseorang yang mengaku dirinya sebagai guru, tentu memiliki sikap pengabdian dan loyalitas serta tanggung jawab terhadap jabatannya, sekaligus diwajibkan untuk menyempurnakan prosedur kerja yang mendasari pengabdiannya. Sebab bidang keahlian dan keterampilannya bersifat dinamis, bergerak terus mencari bentuk-bentuk pengabdiannya yang semakin lama semakin sempurna.jika semua itu dimiliki oleh para guru, maka dengan sendirinya akan didapat citra baik terhadap profesinya itu.
PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) sebagai organisasi profesi tidak saja menjadi wadah berhimpun dan berkumpulnya para guru. Keberadaan PGRI selain sebagai sarana untuk menampung dan menyalurkan setiap aspirasi guru sebagai anggotanya sekaligus juga berkewajiban membantu pertumbuhan dan perkembangan anggotanya dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuannya.
Organisasi profesi ini bermanfaat untuk:
1.      Tempat pertemuan antar guruyang mempunyai keahlian (profesi) yang sama untuk saling mengenal.
2.      Tempat memecahkan berbagai problem yang menyangkut profesinya.
3.      Tempat peningkatan mutu profesi masing-masing.
Sebagai organisasi profesi guru di Indonesia, PGRI dipandang sebagai salah satu sarana yang strategis bagi pengembangan dan pembangunan di bidang pendidikan. Baik secara langsung maupun tidak langsung. PGRI menjadi waddah yang ikut bertanggung jawab terhadap suksesnya program pemerintah dalam pembaruan dan pembangunan pendidikan di Indonesia.
Kode etik guru:
1.      Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan yang ber-pancasila
2.      Guru memiliki kejuruan professional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing-masing.
3.      Guru mengadakan komunikasi, terutama dalam memperoleh informasi, tentang anak didik tetapi menghindarkan diri dari penyalahgunaan.
4.      Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah memelihara hubungan-hubungan dengan orang tua murid dengan sebaik-baiknya bagi kepentingan anak didik.
5.      Guru memelihara hubungan baik dengan masyarakat di sekitar sekolah maupun masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan pendidikan.
6.      Guru secara sendiri-sendiridan/atau bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya.
7.      Guru mencipttakan dan memelihara hubungan antar sesame guru baik berdasarkan lingkungan kerja maupun di dalam hubungan keseluruhan.
8.      Guru secara bersama-sama memelihara, membina dan meningkatkan organisasi guru professional (PGRI) sebagai saran pengabdiannya.
9.      Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijakansanaan pemerintah dalam bidang pendidikan
Berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan profesi guru:
1.      Diskusi kelompok
2.      Ceramah ilmiah
3.      Karyawisata
4.      Bulletin organisasi
Usaha guru dalam menciptakan kondisi yang diharapkan akan efektif apabila: pertama,diketahui secara tepat factor-faktor manasajakah yang dapat menunjang tercapainya kondisi yang menguntungkan dalam proses belajar-mengajar; kedua, dikenal maslah-masalah apa sajakah yang diperkirakan dan biasnya timbul dan dapat merusak iklim belajar mengajar; ketiga, dikuasainya berbagai pendekatan dalam pengelolaan kelas da diketahui pula kapan dan untuk masalah mana suatu pendekatan digunakan
Dengan mengkaji konsep dasar pengelolaan kelas, mempelajari berbagai pendekatan pengelolaan dan mencobanya dalam berbagai situasi kemudian dianalisis akibatnya secara sistematis diharapkan agar setiap guru akan dapat mengelola proses belajar mengajar secara lebih baik.
 Pengelolaan kelas dan pengajaran adalah dua kegiatan yang sangat erat hubungannya namun dapat dan harius dibedakan satu sama lain karena tujuannya berbeda. Kalau pengajaran mencakup semua kegiatan yang secara langsung dimaksudkan untuk mencapai tujuan-tujuan khusus pengajaran, maka pengelolaan kelas menunjuk kepada kegiatan-kegiatan yang menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar